URGENSI PENDIDIKAN SEKSUALITAS BAGI ANAK

Alhamdulillah, kemarin berkesempatan menimba ilmu dengan Abah Ihsan Ibnu Bukhori di MATAPENA. Majelis Tsaqofah Pendidikan Anak ke5 di sematang yang diselenggarakan komunitas Yuk Jos. Yuk Jadi Orangtua Shalih. Kajian kali ini membahas pendidikan seksualitas atau tarbiah jinsiyah.



Seksualitas adalah alamiah. Topik ini wajib di keluarga, maksimal anak umur 10 tahun (sebelum baligh) ortu telah mengajarkan seksualitas kepada anak.
Menurut abah ihsan, seks ini tetap tabu. Tabu dalam artian dibicarakan dengan batas, tidak sembarangan ngomong, tidak sembarang diskusi seks.
Kita wajib mengajarkan anak dengan bahasa yang sebenarnya. Misal mengenalkan kelamin laki-laki dengan penis, bukan tit*t. Kelamin perempuan dengan vagina. Penis dan vagina adalah kosakata jika bicara dengan orangtua ya nak, jika bicara dengan orang lain sebut kelamin.

Tarbiyah jinsiyah atau pendidikan seksualitas ini harus terintegrasi / berhubungan dengan aqidah, akhlak, ibadah.
Ayah bunda, darimanakah manusia berasal ?

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu, Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal daging, dan segumpal daging itu, Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (QS Al-Mu'minuun: 12-14)

Dari pertanyaan anak tentang darimana manusia berasal kita dapat menjelaskan bahwa ada awal pasti ada akhir, apa tujuan kita diciptakan di dunia, mau kemana kita setelah mati, dst.
Jadi, pendidikan seksualitas tidak hanya soal kesehatan reproduksi dan safety seks saja.

Tarbiyah Jinsiyah itu
1. Melakukan kebiasaan malu
Membiasakan malu sama seperti membiasakan anak bilang tolong, terimakasih, maaf, dan permisi. Biasakan anak malu jika memperlihatkan aurat nya

2. Menanamkan jiwa maskulinitas bagi anak laki-laki dan feminitas bagi anak perempuan
 Tidak boleh mendandani anak tidak sesuai gender, walaupun itu bercanda atau untuk lucu lucuan. Anak cowok tidak boleh didandani pakai jilbab, lipstik,dll.

Kalo memilih permainan bagaiman? anak cowok main boneka? anak cewek main mobil2an? boleh. anak cowoh boleh mainan boneka transformer, boneka cowo dan cewe. kalo barbie semua ya gak boleh.

Bermain peran? Boleh asal sesuai gender. Gak boleh krn untuk pentas drama, anak laki-laki didandanin jadi perempuan.
 
3. Memisahkan tempat tidur
Anak-anak wajib terpisah tempat tidurnya atau tepatnya terpisah kamar dari orangtua nya.
anak berpisah kamar dari orangtua. Sejak kapan bisa dilatih? sejak usia 3tahun sudah bisa dilatih. Maksimal anak umur 10tahun harus sudah berani tidur di kamar sendiri. Proses pisah kamar ini butuh proses dan waktu, kurleb 1tahun.
Anak laki-laki dan anak perempuan sejak kecil harus sudah pisah kamar. Begitupun kalo travelling, gak boleh karena alasan hemat, cuma pesen 1 kamar, semua kumpul jadi satu :) hayooo siapa yang kayak gini...
Kalau kamar nya terbatas bagaimana donk? kakak adik dengan jenis kelamin sama ( cowo-cowo, cewe-cewe) boleh sekamar tapi harus pisah kasur dan selimut, tidak boleh sekasur.

4. Mendidik anak membersihkan kelamin
Usia anak masuk TK, harus sudah bisa cebok sendiri. Jadi kalo pipis atau pup di sekolah, bisa membersihkan kelamin sendiri, tidak dibantu orang lain. maks usia 7tahun harus sudah bisa.
Anak usia >7tahun, maksimal usia 10tahun sudah diajarkan Mandi Besar.

5. Mengenalkan prinsip isti'dzan
Isti'dzan atau meminta izin. Surat An Nur ayat 58 dan 59 menegaskan prinsip isti'dzan. Penerapan prinsip ini ada 2 TAHAP,
Tahap pertama, Islam menoleransi anak yang belum baligh, memasuki kamar orag lain (termasuk kamar ortu), kecuali pada tiga waktu : sebelum sholat subuh, melepas lelah siang hari, dan setelah shalat isya.
Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baliq (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu.-*1 Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (QS. An NUr : 58)

Tahan Kedua, Setelah anak berusia baligh, isti'dzan mencakup seluruh waktu.
Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (QS. An Nur : 59)

6. Membantu anak mengelola tentang haid dan mimpi basah
Orangtua harus menjelaskan apa itu sperma, apa itu madzi. kalo perlu pake contoh bikinlarutan dari tepung tapioka. Ideal nya ayah yang menjelaskan sperma dan madzi, namun seorang ibu pun tetap harus bisa menjawab jika ditanya anak laki-lakinya. Begitu pula tentang haid. anak perempuan kalo naya ke ayah tentang haid ya wajib menjawab. tidak hanya ibu.

7. Mengenalkan mahram dan bukan mahram
Mahram ada dua, Mahram Muabbad dan Mahram Muaqqot


8. Menutup aurat
Aurat laki-laki : dari pusar sampai lutut
Aurat perempuan : dari dada (leher) sampai lutut.

Abah mengingatkan supaya orang tua juga menutup aurat walaupun di rumah, terutama ibu ibu yang suka pake handuk pendek doank keluar dari kamr mandi sambil berlari, mencuci baju, gamis nya dijinjing tinggi keatas lutut, begitu pun para bapak ya.. gak boleh pakai celana diatas lutut.
Jika seorang ibu terbiasa panik mencari kerudung jika mau membuka pintu< anak perempuannya akan melihat dan meniru nya.

9. Tidak mebiasakan anak berkhalwat
Berkhalwat yaitu berduaan dengan lawan jenis.

10. Membiasakan anak dengan diri dan privasi
Jangan dibiasakan :
a. Minum minuman di gelas yang sudah terbuka. Takutnya sudah dimasukin obat.
b. Menginap di rumah teman. Karena kita tidak tau kebiasaan teman dan keluarga nya.
Kalo camping ? boleh sesekali

11. Menerangkan proses perkembangan janin dan bayi

Bagaimana ovum dan sperma bertemu?
Sperma dan ovum bertemu lewat pernikahan.
Caranya gimana? bertemunya kelamin laki laki dan kelamin perempuan, menimbulkan kenyamanan. (jangan bilang kenikmatan). Jika kamu menembakkan sperma ke rahim, ini akan menjadi beban dan tanggung jawab.
Ada sebagian orang yang menolak tanggungjawab, dengan memakai kondom. kondom itu apa? alat yang dipasangkan di penis agar sperma tidak masuk ke rahim.
Manusia mempunyai hormon. hormon yang menuat rasa senang, bikin tegang dan nafsu, dst...

Kita sebagai orangtua, harus menjelaskan tentang seks sebelum anak baligh. Jangan sampai anak cari tau dari orang lain, internet, dll. Agar anak paham, Kelamin harus dijaga.



Tugas ayah dan ibu mendidik anak hakikatnya mempersiapkan anak untuk berpisah dari ayah dan ibu. Jadi, kenangan apa yang mau kita tinggalkan pada jiwa anak?

Oh ya, abah ihsan mengingatkan supaya kita melakukan akad anak anak kita (usia >7tahun), bahwa ayah dan ibu akan "merawat" mereka, anak laki-laki hanya sampai maks umur 25tahun, anak perempuan sampai dengan menikah, dengan catatan jika sampai lebih dari usia 25 tahun hanya kebutuhan sajayang dipenuhi, bukan keinginan.
Agar anak mandiri mindset dan pembiasaan pembiasan harus berubah.
PR abah saat PSPA dibaca dan diamalkan ya bund... jangan lupa berjamaah.

Bunda Ziza

Q&A

Q : Bagaimana menyikapi anak balita yang suka pegang-pegang atau mainan alat kelamin?

A : NYAMAN - MALU - BERSIH - TEGAS

jadi kira-kira untuk anak usia todler prinsipnya itu.

NYAMAN, dalam konteks tertentu sebenarnya normal kok anak memegang kemaluan. apalagi cuma balita, mereka belum punya hormon seksual kan? jadi distimulasi dengan cara apapun mereka belum  punya ovum atau sperma.

bagian kemaluan adalah salah satu bagian terhangat dalam tubuh. artinya normal saja saat kedinginan seseorang memegang kemaluannya.

MALU, artinya ajarkan adab untuk misalnya tidak memasukan tangan ke kemaluan sembarangan, di depan orang misalnya. Karena itu gak sopan. Malu.

BERSIH, nyaman dan malu adalah baik, tapi tambahkan soal bersih. maksudnya saat anak memegang kemaluan terus, lalu bekas pipis, disentuh tangan lalu megang makanan, jadi gak baik kan?

TEGAS, jika sudah mulai menggangu berikan ketegasan misalnya “mamah gak suka ah, mama gak mau ah ngomong sama dedek, lagi marah, soalnya dede kotor ah tangannya. mama gak mau sentuh dede dan di dekatin dede.

Bunda Ziza


Komentar

Postingan Populer