Membangun Konsep Diri Positif Anak Agar Tak Jadi Generasi Galau

 Membangun Konsep Diri Anak

Seminar Parenting Online Bersama Abah Ihsan

Minggu, 28 Februari 2021


Motif bisa menumbuhkan Motivasi

Building Positif Konsep bermanfaat untuk Anak, diantaranya agar :


1. Memahami identitas dan tujuan hidup yang jelas (Jatidiri)

Jika seseorang kehilangan kesadaran, dia ga tau dari mana, mau kemana, mau ngapain, mau kemana 

Akhirnya hidup menjadi bimbang


2. Memfokuskan tujuan baik sehingga tak mudah kehilangan arah (galau)

Supaya anak tidak sekedar mengikuti trend, untuk yang berkaitan dengan prinsip seperti ibadah, memilih sekolah

Bayangkan bila bepergian tanpa tujuan, maka sepanjang jalan akan menjadi penderitaan


3. Membentuk dan menguatkan karakter positif

Agar anak memiliki karakter positif dengan cara dibentuk termasuk penilaian dan judgement dari orang lain.

Informasi dari luar (penilaian, judgement) tentang diri kita oleh orang lain : apakah layak kita masukkan ke hati dan pikiran kita? Contoh, mom war, merasa ibu gagal, akan berdampak negatif kepada anak.

Di era medsos, sosial approve = penting? Apakah benar penilaian orang yang tidak mengenal kita adalah valid?


4. Membentuk yang bertanggung jawab

Saat seseorang sudah menyadari di posisi apa, dia lebih mudah memahami apa yang harus dia lakukan. 

Apakah memiliki pemahaman komprehensif tentang peran kita?

Tahu diri lebih penting dari Percaya diri?


Mulai usia Akil Baligh, dijelaskan apa hak dan kewajiban anak.

Hak itu harus sesuai referensi sesuai ketentuan negara dan agama

Tayakan hak anak apa dan kewajiban anak apa di keluarga, selama hanya tau terkait hak namun tidak mengetahui terkait kewajiban. Ajak anak diskusi dan argumentasi hak anak.

Jika anak tidak respek kepada kita, maka kita juga boleh tidak respek kepada anak. Jika anak nurut, kita tidak sewenang-wenang.


Jelaskan peran anak di keluarga harus dilakukan saat kondisi tidak marah marah (nyaman)

karena bila disampaikan saat marah, maka otak anak tidak akan bisa menerima masukkan.


Print hak dan kewajiban anak menurut Negara dan Agama


5. Supaya anak anak setelah dewasa bisa hidup tenang dan bahagia

Ketika seseorang memahami siapa dirinya, hendak kemana, maka hidupnya menjadi bermakna.

Makna diraih agar hidup bisa lebih bernilai, sehingga jiwa manusia punya spirit dan nyawa (ruhiyah)


Teori Konsep Diri

Konsep diri adalah keyakinan persepsi diri tentang diri kita

1. Self image (Siapa saya)

Umumnya saat ditanya siapa saya, manusia akan menjawab

deskripsi fisik, dan harus dijelaskan identitas gender pada anak sejak kecil. Usia 7 tahun, anak tidak boleh 1 tempat tidur dengan orang tua (maks 10 tahun).

personal trend, contoh jujur, takut gelap, sifat-sifat.

peran sosial, misal guru, ayah, dst.  Ada peran secara defaulttidak bisa memilih peran (contoh menjadi anak kita, lahir dari rahim kita), namun ada juga peran yang anak bisa memilih.

Extential statement, apa yang saya cari di dunia. 


2. Harga Diri (Self worth)

ada 2 jenis

a. Positif percaya kemampuan diri, mensyukuri diri, optimis

b. Negatif atau rendah diri, sering khawatir dengan penilaian orang lain


Normal bila harga diri negatif dan positif silih berganti di kehidupan kita

Kepercayaan diri terbentuk dari tindakan bukan pikiran


Ada 4 faktor yang mempengaruhi harga diri anak

a. Reaksi orang lain (orang tua) pada anak

Karena anak lebih banyak berinteraksi dengan orang tua, maka anak akan banyak mencontoh perilaku orang tuanya

Bila anak sering diajak ngobrol dan dilibatkan diskusi, maka anak akan terbentuk memiliki harga diri positif.


b. Anak tidak boleh dibandingkan dengan anak lain, karena akan menurunkan harga diri anak itu sendiri

Kita boleh belajar dari kebaikan dan kesuksesan orang lain, namun kadang setiap orang memiliki jalan hiduo yang berbeda untuk menuju kesuksesan

Untuk kebaikan melihat ke atas, keburukan kita melihat ke bawah


c. Peranan anak

Waktu dan komunikasi, anak yang dilibatkan dalam keluarga, akan peduli kepada keluarga dan lingkungannya


d. Identifikasi label anak

Penilaian pada anak yang berulang, akan menentukan pikiran anak tentang dirinya


3. Tujuan Diri (Idea Self)

Bimbing anak untuk belajar dengan 3 prinsip


Kapan Konsep diri mulai dibentuk? sejak lahir, 2-3 bulan sejak lahir.


Beberapa kesalahan umum tentang konsep diri

1. Konsep diri anak tidak dibentuk, membiarkan anak mencari jatidiri sendiri

2. Menunggu kesadaran anak untuk memahami peran, dibicarakan hanya saat anak bermasalah


Bagaimana membentuk konsep diri anak

1. Bangun hubungan dan interaksi positif dengan anak

supaya ada kepercayaan anak pada orang tua (perkataan, sikap dan perbuatan)

sediain waktu, sering ngobrol

private time bila bisa sebulan sekali dengan anak yang remaja


2. Berikan anak identitas jelas (jelaskan siapa dia, lagi di posisi dimana dan apa konsekuensinya)

Hak, Tanggung Jawab dan Adab


a. Sebagai anak dan anggota keluarga

Hak, tanggung jawab dan adab (manner) :

-dipilihkan ibu yang baik

b. hak dan kewajiban sebagai warga bertetangga (kita bisa memilih rumah, namun tidak bisa memilih tetangga)

c. sebagai warga negara

d. sebagai manusia ciptaan Allah


Buat batasan pengasuhan :

-sampai kapan orangtua wajib mengurus anak

Anak perempuan sampai menikah, laki laki sampai usia 25 tahun (sudah dilebihkan dari undang undang (21 thn) dan syariat (sampai baligh))

Untuk memupuk kemandirian

Jika anak laki laki sudah baligh masih diurus orang tua, secara syariat termasuk sodaqoh

Dan yang diurus hanya kebutuhan bukan kesenangan, setelah baligh kesenangan dibatasi

-Orang tua wajib memenuhi kebutuhan anak, bukan kesenangan anak


-Orang tua boleh nyuruh anak, anak boleh minta tolong pada orang tua. Syarat minta tolong : (1) tidak bisa melakukan sendiru, (2) minta tolong dengan sopan.

Karena setiap hari orang tua melakukan banyak pekerjaan untuk anak tanpa diminta

Pertanyaan nya, pekerjaan anak untuk orang tua apa.

Muliakan anakmu, dengan baguskan adabnya

-Memberikan kebebasan dengan tanggung jawabnya


3. Tindak keburukan anak, ucapkan kebaikan anak

Ketika anak berbuat baik, doakan, ceritakan


4. Berikan anak kesempatan untuk menyelesaikan kesulitan untuk menumbuhkan percaya diri (dengan bertindak, bukan berpikir)

Percaya diri tidak sama dengan banyak bicara, berani tampil. Percaya diri dia bisa menyelesaikan sesuatu dengan berlatih! Lakukan! Tindakan.

anak diberi kesempatan untuk melakukan menyelesaikan kesulitan. Ketakutan dalam pikiran, lawan dengan tindakan. I can do it. contoh genteng bocor (untuk anak laki), menjahit kancing baju (anak perempuan)

Bagaimana jika hidup anak tidak sulit? Kedewasaan anak mundur karena hidup mudah dan instant, tidak melatih melewati kesulitan.

Boleh beri anak KEMEWAHAN. Jadikan KEMEWAHAN sebagai KEMEWAHAN bukan KEBIASAAN. Contoh Makan di restoran mewah boleh 1 bulan sekali.


5. Berikan anak peran dengan chores (tugas rumah tangga)

Manfaat anak dengan chores:

a. Membuat anak merasa bertanggung jawab

b. membuat Anak tidak abai dengan keadaan sekitar, peduli dengan lingkungan bukan merusak lingkungan

c. Mendorong anak untuk respek pada orang lain

d. Mengajarkan anak tentang rules & compliance

e. membentuk kesadaran

f. mengajarkan anak tentang kepatuhan


6. Berlatih menajamkan tujuan sebelum mengambil pilihan tindakan


Gunakan 3 prinsip sederhana sebagai batasan

1. Diridhoi Allah atau tidak

2. Bermanfaat atau tidak untuk banyak orang

3. Bemanfaat positif bagi diri kita sendiri


7. Dukung dan kembangkan minat baiknya

Saat orang tua mendukung minat anak, ia merasakan bukti konkrit bahwa orang tuanya benar-benar ingin hidupnya berkembang, bahwa ortu ingin ia bahagia.

Hijab = hardware, rasa malu = software

untuk education, ortu tidak pelit jika bisa memfasilitasi. 


8. Bimbing anak untuk memilih teman pergaulan

Seseorang bergantung dengan siapa dia bergaul.

Wajib membuat zonasi pergaulan.

Kenali teman yang harus dijauhi (toxic relationship friendship) :

a. sering mengeluh, menyebarkan negativity

b. sering merendahkan dan membicarakan kesalahan orang lain

c. mereka sering baper, sering marah dan kecewa kepada kita

d. egois, tidak menghormati privasi dan barang pribadi kita


Pertanyaan :

1. Bagaimana jika pasangan kita memiliki komunikasi yang kurang dengan orang tua, sehingga anak kurang komunikasi dengan pasangan kita

Jawab:

Harus diceritakan dengan jujur kepada anak, alasan kenapa orang tua jarang berkomunikasi dengan kakek nenek yaitu untuk menghindari dosa

Cara terbaik untuk merubah seseorang adalah dengan memberikan ilmu (mengajak hadir di majelis ilmu)


2. Memisahkan anak umur 7 tahun (perempuan) dan anak ke 2 usia 3 tahun laki laki, ada kendala kamarnya belum siap karena terbatas secara finansial

Jawab : 

Harus berdoa dengan sangat yakin pada Allah, bahwa bisa memiliki rumah dengan kamar yang cukup

Anak perempuan tidur dengan kita, anak laki laki tidur di ruang tengah dengan kompensasi kasur lebih empuk dan bantal lebih bagus


3. Menyikapi pertanyaan Anak saya usia 5 tahun, jika kita memiliki peraturan yang berbeda dengan keluarga lain

Jawab :

Misal tentang makan es krim yang hanya 1 minggu 1x, di yang lain setiap hari

Jelaskan pada anak bahwa ibu tidak melarang makan es krim, dan tanyakan anak es krim itu masuk kebutuhan atau kesenangan

karena jika kesenangan maka tidak wajib dipenuhi, dibatasi karena jika dibatasi membuat kita jadi lalai dan boros


4. Anak saya usia 6 tahun, sering mengajak main sambung kata, karena orang tua menang terus, anak menjadi ngambek

Jawab : 

Jika anak ingin selalu menang dalam permainan itu bagus, disitu anak dituntut untuk berlatih bekerjasama

Biarkan anak merasakan kerugian saat kalah


5. Bila anak melakukan kesalahan namun saat diberi ketegasan, anak jadi mencuri

Jawab :

Ketegasan kita bukan berarti memberikan cinta tanpa syarat

Hati hati memilih jenis konsekuensi

Biarkan anak mendapat konsekuensi dari mencuri


Komentar

Postingan Populer