Murojaah Pe eR Pengasuhan Anak Untuk Papa Bunda

Ditulis kembali untuk murojaah PR Program Sekolah Pengasuhan Anak Abah Ihsan

Mei 2015

Dulu ditulis di kertas dan ditandatangani Papa Bunda,  sampe sekarang masih tertempel di kamar, tapi tinta nya mulai pudar, kertas usang dan mulai sobek sobek...

Bismillah, ditulis kembali di blog, agar tersimpan jejak digitalnya.

Teruntuk Zidan dan Zahra, anak sholih sholihah Papa Bunda...


1. InsyaAllah mulai hari ini, saya bersungguh-sungguh jadi ORANG TUA BETULAN bukan KEBETULAN JADI ORANG TUA, saya bersungguh-sungguh memulainya dengan setiap hari menyediakan WAKTU BERSAMA ANAK. Jika bertemu dengan anak setidaknya 30 menit sebelum anak 12 tahun. Dan 3 jam setidaknya setiap 1 pekan sekali setelahnya. Dan 3 hari berturut-turut untuk yang jauh dari rumah setidaknya 2x setahun.


Waktu bersama ya.. Bukan sekedar di dekat anak. Fokus! Gak disambi-sambi :)


2. Insya Allah mulai hari ini, saya bersungguh-sungguh membebaskan hidup anak saya demi kebahagiaan mereka, sepanjang TIDAK BERLEBIHAN yaitu :

a. tidak membahayakan dirinya

b. tidak merugikan orang lain

tidak melanggar hukum agama dan atau negara.


3. InsyaAllah mulai hari ini, saya bersungguh-sungguh untuk terus menambah kelengketan jiwa saya dengan anak saya dengan setiap hari JIKA DI RUMAH untuk MENDAMPINGI anak setidaknya pada 4 Moment, yaitu :

a. BANGUN TIDUR

b. MAKAN

c. SHOLAT

d. MAU TIDUR


4. InsyaAllah mulai hari ini, saya bersungguh-sungguh untuk menjadi orang tua yang TEGAS (BUKAN KASAR) pada anak, Ketika anak saya berlebihan saya akan SEDIKIT BICARA BANYAK BERTINDAK, yaitu dengan membuat BATASAN yang JELAS dan KONSEKUENSI yang JELAS. Setelah itu TEGAS dilaksanakan tidak pernah mudah dikalahkan oleh penolakan dan perlawanan anak, berupa : tangisan, teriakan, amukan, serangan fisik atau kata-kata dari anak lainnya.


5. Insya Allah mulai hari ini, saya bersungguh-sungguh untuk TIDAK PERNAH BERBOHONG DAN INGKAR JANJI pada anak, sehebat apapun tantangannya. Saya TIDAK RIDHO anak anak saya tidak mempercayai saya orangtuanya. Karena itu, Jika saya tidak yakin bisa mewujudkannya, saya tidak akan SEMBARANGAN berkata dan berjanji.


6. InsyaAllah mulai hari ini, saya tidak akan lagi gampang mengucapkan KALIMAT NEGATIF tentang anak yang terdengar anak, saya TIDAK RIDHO anak-anak saya memiliki konsep diri negatif gara-gara ucapan saya yang tidak terjaga.


7. Insya Allah mulai hari ini, saya bersungguh-sungguh MELATIH anak saya menyenangi kebaikan, setidaknya dengan lebih banyak MEMPERHATIKAN DAN MENDEKATI anak pada saat mereka berbuat baik, lalu setelah itu :

a. Mendoakan sesekali yang sengaja terdengar anak

b. Menceritakan kebaikan anak pada orang-orang terdekatnya.

c. Mengungkapkan / tidak menyembunyikan perasaan positif kita langsung di depan anak.


8. InsyaAllah mulai hari ini, saya bersungguh-sungguh melatih anak saya untuk mandiri dan bertanggung jawab dimulai dari rumah setidaknya pada 12 kegiatan sejak 7 tahun, yaitu :

(1) Mandi sendiri

(2) Sikat gigi sendiri

(3) Istinja' sendiri

(4) Makan sendiri

(5) Beresin kasur sendiri

(6) Menyimpan sepatu, buku, kerudung, alat sekolah dan alat pribadi lainnya pada tempat yang ditentukan sendiri.

(7) Mencuci peralatan makan sendiri

(8) Menutup aurat sudah dilatih

(9) Tidur, wajib terpisah kamar dengan orangtuanya, dengan saudara lawan jenis, dan juga terpisah kasur dengan teman sekamarnya.

(10) Sholat, harus sudah dilatih

(11) Diberikannya setidaknya 1 tugas rumah tangga

(12) Dikasih otonomi mengelola uang saku


* 1 - 4 kemandirian untuk usia < 7th

* 5-12 kemandirian yang sudah bisa diterapkan untuk usia 7th ke atas

* Tugas rumah tangga yaitu menyumbang tenaga untuk keluarga. Bukan tugas pribadi

* Sesuatu yang menjadi kewajiban anak tidak boleh diberi reward

* Semua 12 kemandirian ini harus Ditemani, Dilatih, Didampingi sampai BISA.


9. InsyaAllah mulai hari ini, saya melatih anak saya CURHAT. Saya bersungguh-sungguh melatih diri saya, agar menjadi tempat terbaik yang dipilih anak untuk curhat. Saya akan membiasakan diri :

(a) mengajak anak bicara pada soal sepele, sebelum yang serius, jauh lebih banyak

(b) mengajak anak bicara pada saat tidak bermasalah sebelum bermasalah, lebih banyak

(c) mengeluarkan isi hati anak sebelum nasihat.


with love,

Papa & Bunda 

Komentar

Postingan Populer